PERATURAN PAJAK
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
				       DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
___________________________________________________________________________________________
										           	  5 Nopember 2001

			          	   SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
				        NOMOR S - 1293/PJ.53/2001

					         TENTANG

     	      	DPP ATAS KONTRAK JASA PENUNJANG DI BIDANG PENAMBANGAN MIGAS 

				        DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan surat Saudara nomor xxxxxxxx tanggal 30 Agustus 2001 hal Penegasan atas Withholding 
Tax Jasa Service Order yang merupakan Company Services kepada Oil Company di Indonesia, dengan ini 
diberitahukan perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)-nya sebagai berikut :

1.    	Dalam surat tersebut dikemukakan antara lain bahwa :    
      	a.    	PT. BNP adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi masalah teknik 
		perminyakan dan drilling.    
      	b.    	PT. BNP sering mendapat undangan untuk mengikuti tender Service Order Jasa Penunjang di 
		Bidang Penambangan Migas dari Gulf Resources Indonseia (Kontraktor Production Sharing 
		(KPS), terdaftar di KPP Badora), untuk menyediakan tenaga ahli di bidang perminyakan untuk 
		melakukan Jasa-jasa Penunjang di Bidang Penambangan Migas, baik tenaga ahli expatriate 
		maupun tenaga ahli dalam negeri.    
      	c.    	Dalam posisi sebagia kontraktor, PT. BNP memasukkan harga penawaran atas pekerjaan yang 
		nantinya dilakukan oleh tenaga ahli tersebut, yang biaya-biayanya terdiri dari fee bruto tenaga 
		ahli (fee neto yang diterima bersih oleh tenaga ahli + Pajak Penghasilan), biaya formalitas 
		(KITAS, IKTA, Visa, SKJ, dan lain-lain), asuransi, ditambah biaya overhead dan komisi untuk 
		kontraktor, dimana biaya-biaya tersebut dikelompokkan menjadi :    
	            -    	Fee bruto tenaga ahli, yang merupakan consultant's rate; dan    
            	-    	Biaya formalitas, asuransi, overhead, dan komisi, yang merupakan contractor's rate.    
            	Jumlah kedua kelompok biaya tersebut merupakan total nilai kontrak.    
      	d.    	Dalam hal perlakuan PPN, Saudara menanyakan nilai mana yang menjadi Dasar Pengenaan 
		Pajak, nilai invoice atau hanya overhead + komisi untuk kontraktor saja.    

2.    	Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang 
	Mewah (PPn BM) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 
	Tahun 2000 Pasal 1 angka 17 dan 19 menyatakan bahwa Dasar Pengenaan Pajak (DPP) antara lain 
	adalah Penggantian, yakni nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya 
	diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan JKP, tidak termasuk PPN dan potongan harga yang 
	dicantumkan dalam Faktur Pajak.    

3.    	Peraturan Pemerintah Nomor 143 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 Tahun 
	1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan PPn BM sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir 
	dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 antara lain mengatur :    
      	a.    	Pasal 5 ayat (2) dan (3) menyatakan bahwa apabila dalam nilai kontrak telah termasuk pajak, 
		harus dinyatakan dengan jelas bahwa nilai kontrak tersebut telah termasuk pajak, dan apabila 
		dalam kontrak tidak dinyatakan telah termasuk pajak maka jumlah harga/ nilai kontrak 
		tersebut dianggap sebagai DPP.    
      	b.    	Pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa dalam hal PPN telah termasuk dalam harga atau 
		pembayaran, maka besarnya PPN yang terutang adalah 10/110 dari harga atau pembayaran 
		atas penyerahan JKP tersebut.    

4.    	Berdasarkan ketentuan pada butir 2 dan 3, dan dengan memperhatikan isi surat Saudara pada butir 1 
	di atas, dengan ini ditegaskan bahwa untuk pengenaan PPN atas kontrak Service Order Jasa Penunjang 
	di Bidang Pertambangan Migas yang dilakukan oleh PT. BNP (sebagai kontraktor), DPP-nya adalah 
	penggantian (termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pihak yang 
	menyerahkan JKP), yang merupakan nilai kontrak atau nilai invoice (meliputi consultant's rate dan 
	contractor's rate).    
 
Demikian disampaikan untuk dimaklumi.
 



a.n. Direktur Jenderal Pajak
Direktur PPN dan PTLL
 
ttd.

I Made Gde Erata
NIP. 060044249


Tembusan :
1.  	Direktur Jenderal Pajak
2.  	Direktur Peraturan Perpajakan
3.  	Kepala Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing.
KANWIL PAJAK Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Ringroad Utara No. 10, Yogyakarta 55282
Telp : +62 274 4333951 / Fax : +62 274 4333954
Copyrightę Kanwil DJP DIY. Developed by Citra.web.id
Best View on Firefox 3