BERITA
  • >> Rasio Pajak Tahun Depan Disepakati 12,66%
  • 22 September 2011
  • JAKARTA. Pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati target rasio penerimaan pajak atau tax ratio tahun 2012 sebesar 12,66% dari produk domestik bruto (PDB).

    Rasio pajak ini meningkat 0,06% ketimbang rasio pajak yang diusulkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 yang sebesar 12,6%.

    Namun, bila dibandingkan dengan rasio pajak dalam APBN Perubahan 2011 yang sebesar 12,2%, maka rasio pajak tahun depan naik 0,46%. Jika Badan Anggaran DPR menyetujui kenaikan tax ratio ini, maka target penerimaan perpajakan tahun 2012 bertambah menjadi Rp 1.024,3 triliun.

    Ini berarti, ada penambahan target penerimaan pajak sebanyak Rp 5 triliun. Di RAPBN 2012, pemerintah mengusulkan penerimaan pajak Rp 1.019,3 triliun. Target tersebut naik Rp 140,647 triliun dari APBN Perubahan 2011 yang sebesar Rp 878.685 triliun.

    "Kalau seandainya ada optimalisasi, kami ingin ada optimalisasi yang maksimum. Kalau secara jumlah itu ditambah Rp 5 triliun masih akan bisa dicapai oleh pemerintah," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Senin malam (19/9).

    Menurut Agus, peningkatan rasio pajak ini akan digenjot dari penerimaan pajak dan dari penerimaan bea cukai. Selain itu, pemerintah juga akan menggenjot penerimaan pajak yang bersumber dari penghasilan (PPh) migas.

    "Khusus bea cukai memang trennya sedang turun. Namun perkembangan yang diharapkan akan bisa dinaikkan lagi," jelas Agus.

    Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati membenarkan adanya kesepakatan dengan DPR mengenai peningkatan rasio pajak ini. Tapi, "Rinciannya nanti sedang dilihat dari mana saja. Nanti dilihat dari Bea Cukai, dari Pajak dan sebagainya," ungkapnya, Selasa (20/9).

    Yang jelas, menurut Anny, optimalisasi rasio pajak ini akan berdampak juga pada sisi belanja negara. Sebab, nanti sebagian tambahan penerimaan perpajakan ini akan dialokasikan ke belanja modal pemerintah. "Jadi kalau tax ratio naik, harus dicairkan lagi ke belanja. Kami juga harus bisa mengurangi defisit," ungkapnya.

    Tapi, pemerintah belum menentukan pos belanja mana yang akan mendapatkan tambahan anggaran tersebut.

    Anny, menilai, kenaikan target rasio pajak tahun 2012 sebesar 0,46% dari APBN-P 2011 sudah cukup besar. Apalagi situasi perekonomian tahun depan diperkirakan masih belum stabil, sehingga pemerintah harus lebih hati-hati. "Harus memonitor juga kemampuan merealisasikannya," ujarnya.

    Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, peningkatan rasio pajak ini harus dikaji dengan baik. Sebab, setiap kenaikan tax ratio sebesar 0,1%, maka pendapatan pajak naik sekitar Rp 7 triliun-Rp 8 triliun. "Mudah-mudahan penggunaan tambahan penerimaan pajak bisa tepat sasaran," ujarnya.  
     
     
    Sumber: Harian Kontan
  • Berita Terkait

Dibaca: 375 Kali

Kirim Melalui Email
Kepada : Pisahkan Email Dengan Koma (,)
Dari :
Pesan :
Kode :
Tulis kode
diatas

 
Format Nomer NPWP Adalah
xx.xxx.xxx.x-xxx.xxx
 
KANWIL PAJAK Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Ringroad Utara No. 10, Yogyakarta 55282
Telp : +62 274 4333951 / Fax : +62 274 4333954
Copyrightę Kanwil DJP DIY. Developed by Citra.web.id
Best View on Firefox 3